Suara adzan terdengar beriringan dengan proses pemakaman Laras, aku melihat ke arahnya yang terbujur kaku dengan kain kafan yang membalut sekujur tubuhnya. Ibu Laras tepat berada di sampingku, menangis tersedu-sedu walau tak sehisteris malam tadi, aku memeluknya sambil berusaha menenangkan beliau. Ibu Laras adalah salah satu perempuan yang hebat dan kuat, semenjak ayah Laras meninggal, Ibu Laras berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi dirinya dan Laras, tak pernah sekalipun aku melihatnya mengeluh apalagi menangis seperti ini. Ibuku juga ikut menangis, Ayahku menenangkan di sampingnya. Sedangkan aku hanya berdiri di sana, melihat tanah yang semakin menggunung menutupi Laras. Sungguh, mungkin beberapa dari kalian akan menganggapku tidak berbelas kasihan, tapi percayalah, aku sedih, sungguh sangat sedih, namun aku sudah cukup menangis, dan menangis tak pernah menyelesaikan masalah. Pandanganku masih kosong, aku tidak berbicara barang sepatah katapun. Ibuku dan beberapa orang me...